Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan Seksual: Panduan Lengkap dan Spesifik
Hubungan seksual tanpa proteksi atau kegagalan alat kontrasepsi dapat menimbulkan kekhawatiran tentang kehamilan yang tidak direncanakan. Kabar baiknya, ada beberapa metode kontrasepsi darurat (emergency contraception/EC) yang efektif untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan seksual. Artikel ini akan membahas secara mendalam berbagai pilihan kontrasepsi darurat, cara kerjanya, efektivitasnya, efek samping, serta informasi penting lainnya untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat.
Pilihan Kontrasepsi Darurat yang Tersedia
-
Pil Kontrasepsi Darurat (Emergency Contraceptive Pills/ECPs)
-
Levonorgestrel (Plan B One-Step, Next Choice, My Way): Ini adalah jenis pil kontrasepsi darurat yang paling umum tersedia. Pil ini mengandung hormon progestin sintetik yang disebut levonorgestrel.
- Cara Kerja: Levonorgestrel bekerja dengan mencegah atau menunda ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium). Pil ini juga dapat memengaruhi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur, atau mencegah sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim.
- Efektivitas: Pil levonorgestrel paling efektif jika diminum dalam waktu 72 jam (3 hari) setelah berhubungan seksual tanpa proteksi. Semakin cepat diminum, semakin tinggi efektivitasnya. Jika diminum dalam 24 jam pertama, efektivitasnya bisa mencapai 95%. Efektivitasnya menurun seiring berjalannya waktu.
- Dosis: Biasanya, satu pil diminum secepat mungkin setelah berhubungan seksual tanpa proteksi. Beberapa merek mungkin memerlukan dua pil yang diminum dengan selang waktu 12 jam. Ikuti petunjuk pada kemasan dengan cermat.
- Efek Samping: Efek samping yang umum meliputi mual, muntah, sakit kepala, nyeri perut, perubahan siklus menstruasi (bisa lebih cepat atau lebih lambat), dan perdarahan ringan di antara periode menstruasi. Jika Anda muntah dalam waktu 2 jam setelah minum pil, Anda mungkin perlu minum dosis lain.
- Ketersediaan: Pil levonorgestrel tersedia bebas (tanpa resep dokter) di sebagian besar apotek.
-
Ulipristal Asetat (Ella): Ini adalah pil kontrasepsi darurat yang mengandung ulipristal asetat, modulator reseptor progesteron selektif.
- Cara Kerja: Ulipristal asetat bekerja dengan menghambat atau menunda ovulasi. Pil ini lebih efektif daripada levonorgestrel jika diminum lebih dari 72 jam setelah berhubungan seksual tanpa proteksi.
- Efektivitas: Ulipristal asetat efektif hingga 120 jam (5 hari) setelah berhubungan seksual tanpa proteksi. Efektivitasnya tetap tinggi sepanjang periode ini.
- Dosis: Satu pil diminum secepat mungkin setelah berhubungan seksual tanpa proteksi.
- Efek Samping: Efek samping yang umum meliputi sakit kepala, nyeri perut, mual, dan perubahan siklus menstruasi.
- Ketersediaan: Ulipristal asetat memerlukan resep dokter.
-
-
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim Tembaga (Copper Intrauterine Device/IUD)
- Cara Kerja: IUD tembaga adalah alat kecil berbentuk T yang dimasukkan ke dalam rahim oleh profesional kesehatan. IUD tembaga mencegah kehamilan dengan menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi sperma dan mencegah pembuahan.
- Efektivitas: IUD tembaga adalah metode kontrasepsi darurat yang paling efektif. Jika dimasukkan dalam waktu 120 jam (5 hari) setelah berhubungan seksual tanpa proteksi, efektivitasnya mencapai lebih dari 99%.
- Keuntungan Tambahan: Selain sebagai kontrasepsi darurat, IUD tembaga dapat digunakan sebagai metode kontrasepsi jangka panjang hingga 10 tahun.
- Efek Samping: Efek samping yang mungkin terjadi meliputi nyeri saat pemasangan, perdarahan yang lebih banyak dan lebih lama selama menstruasi, serta kram perut.
- Ketersediaan: Pemasangan IUD tembaga harus dilakukan oleh dokter atau tenaga medis terlatih.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas
- Waktu: Semakin cepat kontrasepsi darurat digunakan setelah berhubungan seksual tanpa proteksi, semakin efektif.
- Berat Badan: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pil levonorgestrel mungkin kurang efektif pada wanita dengan berat badan lebih dari 75 kg atau indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 30. Ulipristal asetat tampaknya tidak dipengaruhi oleh berat badan.
- Interaksi Obat: Beberapa obat dapat mengurangi efektivitas pil kontrasepsi darurat. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika Anda sedang mengonsumsi obat lain.
- Siklus Menstruasi: Kontrasepsi darurat bekerja dengan mencegah atau menunda ovulasi. Jika ovulasi sudah terjadi, kontrasepsi darurat mungkin tidak efektif.
Setelah Menggunakan Kontrasepsi Darurat
- Perhatikan Siklus Menstruasi: Siklus menstruasi Anda mungkin berubah setelah menggunakan kontrasepsi darurat. Perhatikan tanggal menstruasi Anda dan lakukan tes kehamilan jika menstruasi Anda terlambat lebih dari seminggu atau jika Anda mengalami gejala kehamilan.
- Gunakan Kontrasepsi: Kontrasepsi darurat tidak melindungi Anda dari kehamilan di masa mendatang. Mulailah menggunakan metode kontrasepsi reguler (seperti pil KB, kondom, IUD, atau implan) segera setelah menggunakan kontrasepsi darurat.
- Konsultasikan dengan Dokter: Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kontrasepsi darurat, atau jika Anda mengalami efek samping yang parah, segera konsultasikan dengan dokter.
Informasi Tambahan Penting
- Kontrasepsi Darurat Bukan Aborsi: Kontrasepsi darurat mencegah kehamilan sebelum terjadi. Kontrasepsi darurat tidak akan mengakhiri kehamilan yang sudah ada.
- Kontrasepsi Darurat Tidak Melindungi dari Penyakit Menular Seksual (PMS): Kontrasepsi darurat hanya mencegah kehamilan. Gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual untuk melindungi diri dari PMS.
- Jangan Gunakan Kontrasepsi Darurat Sebagai Metode Kontrasepsi Rutin: Kontrasepsi darurat dirancang untuk digunakan dalam keadaan darurat. Penggunaan kontrasepsi darurat secara teratur dapat mengganggu siklus menstruasi Anda dan mungkin kurang efektif daripada metode kontrasepsi rutin.
- Dapatkan Informasi yang Akurat: Jangan ragu untuk bertanya kepada dokter, apoteker, atau profesional kesehatan lainnya tentang kontrasepsi darurat. Pastikan Anda memahami cara kerjanya, efektivitasnya, dan efek sampingnya.
Kesimpulan
Kontrasepsi darurat adalah pilihan penting bagi wanita yang ingin mencegah kehamilan setelah berhubungan seksual tanpa proteksi. Pilihan yang tersedia meliputi pil kontrasepsi darurat (levonorgestrel dan ulipristal asetat) dan IUD tembaga. Efektivitas kontrasepsi darurat tergantung pada waktu penggunaan dan faktor-faktor lainnya. Setelah menggunakan kontrasepsi darurat, perhatikan siklus menstruasi Anda dan gunakan metode kontrasepsi reguler untuk melindungi diri dari kehamilan di masa mendatang. Selalu konsultasikan dengan dokter atau profesional kesehatan lainnya jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran.